Menekraf harap 5th MNEK 2025 berdampak ke perajin Bali

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Indonesia berharap bahwa penyelenggaraan 5th Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 di Bali dapat membawa dampak positif bagi perajin lokal. Acara internasional yang digelar pada 15-22 Februari 2025 ini tidak hanya menjadi ajang latihan angkatan laut multilateral, tetapi juga menjadi platform yang strategis untuk memperkenalkan budaya dan produk ekonomi kreatif Indonesia, terutama kerajinan tangan khas Bali.

MNEK 2025 melibatkan sekitar 58 negara dengan lebih dari 21 kapal perang asing. Meski berfokus pada latihan militer, acara ini menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk menampilkan kekayaan budaya dan kerajinan tangan lokal. Kemenparekraf berencana mengadakan pameran produk unggulan lokal yang melibatkan berbagai perajin Bali, dengan tujuan memperkenalkan dan mempromosikan karya-karya seni dan kerajinan tangan khas Bali ke audiens internasional.

“Acara besar seperti MNEK 2025 ini adalah peluang besar bagi perajin Bali untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar global. Kami berharap pameran ini dapat meningkatkan eksposur produk kerajinan Bali, sekaligus membuka peluang baru bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan usaha mereka,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Pameran ini dirancang untuk menarik perhatian delegasi internasional yang hadir dalam MNEK 2025. Harapannya, para perajin Bali dapat mengakses pasar internasional dan memperluas jaringan mereka, yang akan mendongkrak daya saing produk kerajinan Bali. Selain itu, Bali sebagai destinasi wisata dan budaya juga akan semakin dikenal luas, memperkuat posisinya sebagai pusat seni dan kerajinan Indonesia.

Pemerintah Provinsi Bali, melalui Pj Gubernur Bali, S. M. Mahendra Jaya, juga menunjukkan komitmennya untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan acara ini, termasuk dalam hal memfasilitasi pameran produk lokal. Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, diharapkan event ini dapat memberikan manfaat langsung bagi ekonomi Bali, terutama bagi sektor ekonomi kreatif.

Perajin Bali, yang terkenal dengan produk kerajinan tangan seperti perak, batik, tenun, ukiran kayu, dan berbagai jenis seni tradisional lainnya, memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan momen ini. Dengan menjangkau audiens global, mereka dapat membuka peluang ekspor yang lebih luas dan memperkenalkan kekayaan budaya Bali yang tiada duanya.

Melalui MNEK 2025, Kemenparekraf optimis perajin Bali dapat merasakan dampak positifnya, tidak hanya dalam bentuk peningkatan penjualan, tetapi juga dalam memperluas wawasan dan kemampuan mereka untuk bersaing di pasar internasional. Ini adalah langkah maju untuk memperkuat ekonomi kreatif Indonesia di panggung dunia.